The Space Between Us (2017)
INSOMANIAC
Halo sahabat insom! kali ini kita akan review tentang movie The Space Between Us, gimana sih reviewnya?
Ceekidot buat reviewnya :p
Genre: Romance, Adventure, Science, Drama
Bercerita tentang sekelompok astronot yang ditugaskan untuk melakukan uji coba kelayakan huni di Planet Mars, namun salah satu astronot wanita bernama Sarah Elliot (Janet Montgomery) tidak menyadari bahwa ia sedang hamil saat itu, dan kemudian ia pun melahirkan bayinya yang diberi nama Gardner Elliot di Planet Mars yang mana sekaligus menciptakan sejarah baru, yakni Garder Elliot menjadi manusia pertama yang lahir di Planet tersebut. Namun sayang, Sarah meninggal sesaat setelah melahirkan Gardner. Untuk membuat proyek NASA terkesan mulus dan tak ada insiden apa2, pihak NASA pun merahasiakan kematian Sarah dan kelahiran Gardner Elliot dari media massa dan publik dunia.
16 tahun kemudian Gardner Elliot (Asa Butterfield) berkenalan dengan Tulsa (Britt Robertson), gadis seumurannya yang tinggal di Amerika, dan Gardner pun mencari cara ke bumi agar bisa bertemu dengan Tulsa sekaligus mencari ayah kandungnya.
What's your favorite thing about earth?
Tema yang cukup mainstream, scifi, yang mana telah kita lihat di film2 scifi sebelumnya yang mana tujuan dari NASA adalah mencari tempat tinggal baru untuk umat manusia. Namun yang berbeda adalah di film The Space Between Us (2017) kita dipertemukan dengan seorang remaja laki2 yang seumur hidupnya telah ia habiskan di Mars, dibesarkan oleh para astronot dan peneliti, membuatnya menjadi seorang remaja jenius dan sangat berbakat dalam ilmu ilmiah dan teknologi. Pemilihan karakter Asa Butterfield sebagai Gardner Elliot sudah sangat pas, yang mana notabene Gardner Elliot menghabiskan 16 tahun hidupnya di dalam kapsul di Mars, putih pucat. Sebagai perbandingan, film Asa Butterfield di tahun sebelumnya, Miss Peregrine's Home For Peculiar Children (2016), dapat kita lihat sendiri bahwa aktor muda tampan ini bisa berakting dengan lumayan bagus, ia pun bisa melakukan adegan2 fighting ringan disana.
Kekurangan dari film ini sebenarnya adalah aspek romance yang terkesan terlalu mendominasi film sehingga scifi tidak dikembangkan dengan lebih luas lagi, dalam artian scifi disini hanya sebagai menu appetizer, sedangkan romance adalah main course-nya. Memang, di film Interstellar (2014) kita juga menemukan bahwa aspek dari genre drama/family adalah inti dari cerita namun Christopher Nolan tetap menampilkan aspek scifi dengan lebih rinci, lebih dikembangkan, sehingga Interstellar lebih dirasa punya nilai scifi yang lebih mendominasi film.
Disamping itu, The Space Between Us juga memunculkan pengalaman seorang remaja yang untuk pertama kalinya melihat dunia, mencari keindahan alamnya dan merasakan kebebasan udara dan gravitasi di bumi, dan perjalanan Gardner Elliot guna mencari ayahnya mati-matian, benar2 mengharukan, masih lumayan bagus untuk ditonton, cukup mrnghibur.
16 tahun kemudian Gardner Elliot (Asa Butterfield) berkenalan dengan Tulsa (Britt Robertson), gadis seumurannya yang tinggal di Amerika, dan Gardner pun mencari cara ke bumi agar bisa bertemu dengan Tulsa sekaligus mencari ayah kandungnya.
What's your favorite thing about earth?
Tema yang cukup mainstream, scifi, yang mana telah kita lihat di film2 scifi sebelumnya yang mana tujuan dari NASA adalah mencari tempat tinggal baru untuk umat manusia. Namun yang berbeda adalah di film The Space Between Us (2017) kita dipertemukan dengan seorang remaja laki2 yang seumur hidupnya telah ia habiskan di Mars, dibesarkan oleh para astronot dan peneliti, membuatnya menjadi seorang remaja jenius dan sangat berbakat dalam ilmu ilmiah dan teknologi. Pemilihan karakter Asa Butterfield sebagai Gardner Elliot sudah sangat pas, yang mana notabene Gardner Elliot menghabiskan 16 tahun hidupnya di dalam kapsul di Mars, putih pucat. Sebagai perbandingan, film Asa Butterfield di tahun sebelumnya, Miss Peregrine's Home For Peculiar Children (2016), dapat kita lihat sendiri bahwa aktor muda tampan ini bisa berakting dengan lumayan bagus, ia pun bisa melakukan adegan2 fighting ringan disana.
Kekurangan dari film ini sebenarnya adalah aspek romance yang terkesan terlalu mendominasi film sehingga scifi tidak dikembangkan dengan lebih luas lagi, dalam artian scifi disini hanya sebagai menu appetizer, sedangkan romance adalah main course-nya. Memang, di film Interstellar (2014) kita juga menemukan bahwa aspek dari genre drama/family adalah inti dari cerita namun Christopher Nolan tetap menampilkan aspek scifi dengan lebih rinci, lebih dikembangkan, sehingga Interstellar lebih dirasa punya nilai scifi yang lebih mendominasi film.
Disamping itu, The Space Between Us juga memunculkan pengalaman seorang remaja yang untuk pertama kalinya melihat dunia, mencari keindahan alamnya dan merasakan kebebasan udara dan gravitasi di bumi, dan perjalanan Gardner Elliot guna mencari ayahnya mati-matian, benar2 mengharukan, masih lumayan bagus untuk ditonton, cukup mrnghibur.
Gimana tentang reviewnya? yuk langsung gaskan buat nonton :D.
See next time sahabat INSOM! :D
-Toxic Team

Comments
Post a Comment