Hideaways (2011)
INSOMANIAC
Halo sahabat insom! kali ini kita akan review tentang movie berjudul HIDEAWAYS, gimana sih filmnya?
Ceekidot buat reviewnya :p
Genre: Fantasy, Thriller
Bercerita tentang kutukan keluarga dari James Furlong (Harry Treadaway) yang mana merupakan kutukan yang telah berlangsung selama turun temurun. Kutukan tersebut telah menghantui keluarga Furlong dari beberapa generasi sebelum James Furlong, dimana berawal dari suatu kejadian dimana Furlong pertama yang mendapat kutukan tersebut adalah seorang anak laki-laki yang tanpa sengaja menyaksikan kedua orang tuanya sedang berhubungan seksual. Kemudian secara spontan, ia merasakan matanya berubah menjadi buta selama setengah jam setiap kali ia memikirkan tentang seks (omg, so ridiculous -_-). Dan ternyata penyakit itu telah menurun ke anaknya, dan cucunya lagi, dan seterusnya, sehingga penyakit itu disebut dengan kutukan. Namun tidak semua Furlong yang mendapatkan penyakit buta sesaat ketika memikirkan seks, ada juga yang bahkan memiliki keistimewaan lain seperti kekuatan super untuk membela diri. Simplenya, mereka memiliki kekurangan sekaligus kelebihan.
Beda halnya dengan James Furlong. Ia dikaruniai sebuah kekuatan yang mana jika ia menyentuh tanah, tanah itu akan berubah menjadi busuk dan beracun sehingga membuat hewan, tumbuhan, dan manusia yang berada di atasnya menjadi mati. Unfortunately, di hari ketika James menyadari tentang kekuatannya tersebut, tanpa sengaja ia membunuh ayahnya sendiri sehingga menyebabkan ia menjadi anak yatim piatu dan sebatang karamk di usia yang masih kecil, lalu James pun dipindahkan ke panti asuhan. Namun sayangnya, James disitu diperlakukan dengan buruk oleh teman-temannya, kecuali Liam yang selalu membelanya. Dan pada suatu ketika James diganggu oleh anak-anak di panti asuhan tsb, ia jatuh tersungkur ke lantai dan sehingga menyebabkan seluruh penghuni panti asuhan teracuni oleh kekuatan James dan mati. Yap, all died. Kecuali Liam yang sempat keluar gedung dan menyelamatkan diri. Mengetahui ia telah membunuh semua orang, James memutuskan untuk lari ke hutan, menyendiri, sehingga orang lain tidak bisa menemukannya lagi dan ia tidak bisa menyakiti orang lain disekitarnya lagi. Beberapa tahun kemudian seorang remaja perempuan pengidap kanker, bernama Mae West O'Mara (Rachel Hurd-Wood) melarikan diri dari rumah sakit dan berjalan-jalan ke hutan karena telah putus asa dengan penyakit yang diidapnya. Ia kemudian bertemu dengan James di sebuah rumah kecil di tengah hutan, dan mereka saling jatuh cinta. Bagaimana caranya agar James dan Mae bisa bersama dengan segala keterbatasan dan menghapus kutukan dari keluarga Furlong?.
Hideaways (2011) mungkin bukanlah jenis film bergenre Fantasy yang sering kita dengar, malah bisa dibilang tidak booming sama sekali. Dengan rating IMDb sekitar 6,3 cukup menggelitik rasa penasaran saya dengan cerita yang ditawarkan disini. Latar belakang dari kehidupan dan orientasi dideskriprikan dengan lengkap di awal film, sehingga kita tidak perlu menggabung-gabungkan setiap clue dari film ini untuk mengetahui penyebab dan awal mula konflik disini. Begituvpula dengan penggunaan teknologi CGI yang sudah lumayan bagus disini yang setidaknya tidak membuat kita sakit mata dikarenakan efek visual yang gagal. Untuk ukuran film fantasi, Hideaways sebenarnya memiliki jalan cerita yang masih terkesan mainstream, yaitu kutukan dari generasi ke generasi. Saya juga menyadari di bagian orientasi, bahwa film ini memiliki kekonyolan yang sangat disturbing di bagian awal film yang mana diceritakan Furlong pertama yang mendapat kutukan tsb akan menjadi buta selama setengah jam bila memikirkan tentang seks, kenapa? Jujur memang film bergenre fantasi sudah seharusnya saya tidak surpised sama ketidak-masukakalan di Hideways (2011) ini, tetapi memang sejauh saya memperhatikan dengan detil, pengantar film disini justru terlihat sangat konyol. Bayangkan, hanya karena hal sepele, satu keluarga dikutuk hingga generasi seterusnya, dan itu mengganggu jalan cerita itu sendiri. Kemudian karakter yang diberikan tidak konsisten, atau bisa disebut beberapa tokoh disini memiliki perubahan watak yang drastis dan itu sangat mengganggu. Sebagai contoh, Liam (Thomas Brodie-Sangster) yang dulunya sahabat James namun ketika beranjak remaja akhirnya menjadi pemeran antagonis dan membenci James habis-habisan. Alur cerita yang dibuat terlalu terburu-buru, contohnya ketika Mae bertemu dengan James, mereka langsung jatuh cinta dan menjalin hubungan kekasih, dan beberapa detail film lainnya yang terkesan kekurangan durasi, tanpa memperhatikan plot yang sudah seperti film sistem kebut, padahal jika film ini dibuat dengan durasi yang lebih panjang, semua plot hole dan kemungkinan komplikasi dari konflik bisa dibuat lebih padat dan klimaks lagi. Jadi kesimpulannya, 6,3 is overrated for this movie. :3
Beda halnya dengan James Furlong. Ia dikaruniai sebuah kekuatan yang mana jika ia menyentuh tanah, tanah itu akan berubah menjadi busuk dan beracun sehingga membuat hewan, tumbuhan, dan manusia yang berada di atasnya menjadi mati. Unfortunately, di hari ketika James menyadari tentang kekuatannya tersebut, tanpa sengaja ia membunuh ayahnya sendiri sehingga menyebabkan ia menjadi anak yatim piatu dan sebatang karamk di usia yang masih kecil, lalu James pun dipindahkan ke panti asuhan. Namun sayangnya, James disitu diperlakukan dengan buruk oleh teman-temannya, kecuali Liam yang selalu membelanya. Dan pada suatu ketika James diganggu oleh anak-anak di panti asuhan tsb, ia jatuh tersungkur ke lantai dan sehingga menyebabkan seluruh penghuni panti asuhan teracuni oleh kekuatan James dan mati. Yap, all died. Kecuali Liam yang sempat keluar gedung dan menyelamatkan diri. Mengetahui ia telah membunuh semua orang, James memutuskan untuk lari ke hutan, menyendiri, sehingga orang lain tidak bisa menemukannya lagi dan ia tidak bisa menyakiti orang lain disekitarnya lagi. Beberapa tahun kemudian seorang remaja perempuan pengidap kanker, bernama Mae West O'Mara (Rachel Hurd-Wood) melarikan diri dari rumah sakit dan berjalan-jalan ke hutan karena telah putus asa dengan penyakit yang diidapnya. Ia kemudian bertemu dengan James di sebuah rumah kecil di tengah hutan, dan mereka saling jatuh cinta. Bagaimana caranya agar James dan Mae bisa bersama dengan segala keterbatasan dan menghapus kutukan dari keluarga Furlong?.
Hideaways (2011) mungkin bukanlah jenis film bergenre Fantasy yang sering kita dengar, malah bisa dibilang tidak booming sama sekali. Dengan rating IMDb sekitar 6,3 cukup menggelitik rasa penasaran saya dengan cerita yang ditawarkan disini. Latar belakang dari kehidupan dan orientasi dideskriprikan dengan lengkap di awal film, sehingga kita tidak perlu menggabung-gabungkan setiap clue dari film ini untuk mengetahui penyebab dan awal mula konflik disini. Begituvpula dengan penggunaan teknologi CGI yang sudah lumayan bagus disini yang setidaknya tidak membuat kita sakit mata dikarenakan efek visual yang gagal. Untuk ukuran film fantasi, Hideaways sebenarnya memiliki jalan cerita yang masih terkesan mainstream, yaitu kutukan dari generasi ke generasi. Saya juga menyadari di bagian orientasi, bahwa film ini memiliki kekonyolan yang sangat disturbing di bagian awal film yang mana diceritakan Furlong pertama yang mendapat kutukan tsb akan menjadi buta selama setengah jam bila memikirkan tentang seks, kenapa? Jujur memang film bergenre fantasi sudah seharusnya saya tidak surpised sama ketidak-masukakalan di Hideways (2011) ini, tetapi memang sejauh saya memperhatikan dengan detil, pengantar film disini justru terlihat sangat konyol. Bayangkan, hanya karena hal sepele, satu keluarga dikutuk hingga generasi seterusnya, dan itu mengganggu jalan cerita itu sendiri. Kemudian karakter yang diberikan tidak konsisten, atau bisa disebut beberapa tokoh disini memiliki perubahan watak yang drastis dan itu sangat mengganggu. Sebagai contoh, Liam (Thomas Brodie-Sangster) yang dulunya sahabat James namun ketika beranjak remaja akhirnya menjadi pemeran antagonis dan membenci James habis-habisan. Alur cerita yang dibuat terlalu terburu-buru, contohnya ketika Mae bertemu dengan James, mereka langsung jatuh cinta dan menjalin hubungan kekasih, dan beberapa detail film lainnya yang terkesan kekurangan durasi, tanpa memperhatikan plot yang sudah seperti film sistem kebut, padahal jika film ini dibuat dengan durasi yang lebih panjang, semua plot hole dan kemungkinan komplikasi dari konflik bisa dibuat lebih padat dan klimaks lagi. Jadi kesimpulannya, 6,3 is overrated for this movie. :3
Gimana tentang reviewnya? mungkin bisa jadi list kalian buat ditonton :D.
See next time sahabat INSOM! :D
-Toxic Team

Comments
Post a Comment