Take Me Home (2016)
INSOMANIAC
Halo sahabat insom! kali ini kita akan review tentang movie Take Me Home.
Ceekidot buat reviewnya :p
Genre: Action, Thriller, Comedy
Bercerita tentang seorang laki2 bernama Tan (Mario Maurer) yang terbangun di rumah sakit dalam keadaan hilang ingatan namun tak seorangpun anggota keluarganya datang menjenguknya setelah sekian lama ia siuman. Lalu ia mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan rumah dan keluarganya, dengan modal tekad dan keberanian, ia pun memutuskan untuk pulang.
Namun sayangnya, penyambutan Tan dirumahnya yang hanya dihuni oleh keluarga kecil kakak perempuannya yaitu suami dan 2 orang anaknya, terasa begitu dingin dan canggung. Setelah beberapa waktu dirumah itu, keanehan demi keanehan pun muncul. Tan pun menyiasati adanya hal yang tidak beres dengan keluarganya dan harus mencari tau sendiri dengan ketidakmampuannya untuk mengingat setiap kejadian masa lalunya.
Mario Maurer memang sudah familiar di dunia perfilman dimana ia sudah bermain di berbagai film terkenal lain sebelumnya, sebut saja A Crazy Thing Called Love (2010) dan Pee Mak (2013). Tak hanya menang di ketampanan wajah saja namun memang kualitas akting patut diacungi jempol. Setiap ekspresi yang ia berikan selalu membuat saya merasa seperti melihat film ini benar2 nyata. Belum lagi suara latar yang menambah kesan misteri dan dark angle cinematography yang kental, bahkan saya pribadi menontonnya seperti turut merasakan atmosfer dari segala kekacauan dan kebingungan yang dirasakan oleh Tan, si pemeran utama. Jujur, saya sudah tidak kuat lagi di pertengahan film, dan berusaha mengenyahkan perasaan 'udah skip ajalah, pengen cepet2 di ending :v', tapi akhirnya dengan terengah-engah alhamdulillah bisa saya selesaikan film ini tanpa skip sama sekali, srsly, auranya bener2 terasa, geng. Ketika Tan berlarian, malah saya yang capek :v
Dan endingnya cukup mengejutkan.
Memang ada beberapa kemungkinan ending yang bisa saya tebak, namun tidak semuanya. Dan fakta terakhir dari ending film ini memberikan kesan yang berbeda dengan film2 bergenre horor lain. Uniknya, bukan melulu mengangkat tema seperti film2 Conjuring Universe yang menawarkan kekuatan roh jahat dalam meneror, tapi lebih ke arah pencarian jati diri dan masa lalu yang sudah seharusnya mungkin dia lupakan, tapi dengan kecintaannya pada keluarga, dia harus bisa mengetahui dan mengingatnya kembali.
Namun sayangnya, penyambutan Tan dirumahnya yang hanya dihuni oleh keluarga kecil kakak perempuannya yaitu suami dan 2 orang anaknya, terasa begitu dingin dan canggung. Setelah beberapa waktu dirumah itu, keanehan demi keanehan pun muncul. Tan pun menyiasati adanya hal yang tidak beres dengan keluarganya dan harus mencari tau sendiri dengan ketidakmampuannya untuk mengingat setiap kejadian masa lalunya.
Mario Maurer memang sudah familiar di dunia perfilman dimana ia sudah bermain di berbagai film terkenal lain sebelumnya, sebut saja A Crazy Thing Called Love (2010) dan Pee Mak (2013). Tak hanya menang di ketampanan wajah saja namun memang kualitas akting patut diacungi jempol. Setiap ekspresi yang ia berikan selalu membuat saya merasa seperti melihat film ini benar2 nyata. Belum lagi suara latar yang menambah kesan misteri dan dark angle cinematography yang kental, bahkan saya pribadi menontonnya seperti turut merasakan atmosfer dari segala kekacauan dan kebingungan yang dirasakan oleh Tan, si pemeran utama. Jujur, saya sudah tidak kuat lagi di pertengahan film, dan berusaha mengenyahkan perasaan 'udah skip ajalah, pengen cepet2 di ending :v', tapi akhirnya dengan terengah-engah alhamdulillah bisa saya selesaikan film ini tanpa skip sama sekali, srsly, auranya bener2 terasa, geng. Ketika Tan berlarian, malah saya yang capek :v
Dan endingnya cukup mengejutkan.
Memang ada beberapa kemungkinan ending yang bisa saya tebak, namun tidak semuanya. Dan fakta terakhir dari ending film ini memberikan kesan yang berbeda dengan film2 bergenre horor lain. Uniknya, bukan melulu mengangkat tema seperti film2 Conjuring Universe yang menawarkan kekuatan roh jahat dalam meneror, tapi lebih ke arah pencarian jati diri dan masa lalu yang sudah seharusnya mungkin dia lupakan, tapi dengan kecintaannya pada keluarga, dia harus bisa mengetahui dan mengingatnya kembali.
Gimana tentang reviewnya? yuk langsung gaskan buat nonton :D.
See next time sahabat INSOM! :D
-Toxic Team

Comments
Post a Comment