Searching (2018)
INSOMANIAC
Halo sahabat insom! kali ini kita akan review tentang movie Searching, sebuah film bergenre drama/thriller/mystery yang disutradarai oleh Aneesh Chaganty. Dari rate IMDb untuk film ini bisa kita lihat yaitu sekitar 7,8/10. Penasaran apa yang ditampilkan disini sehingga bisa mendapat rating sebagus itu?
Ceekidot buat reviewnya :p
Genre: Thriller, Drama, Mystery, Pshychological
Bercerita tentang perjalanan hidup sebuah keluarga yang terbilang cukup bahagia, David Kim (John Co), Pamela Nam Kim (Sara Sohn), dan putri semata wayang mereka Margot Kim (Michelle La)yang tinggal di Amerika. Semuanya berjalan normal sampai pada satu kejadian penting dimana si ibu, Pamela meninggal dunia karena menderita kanker. Meninggalkan Margot Kim yang sudah beranjak remaja dan suaminya, David Kim. Semuanya merasa kehilangan, terlebih Pam adalah sosok ibu yang selalu digambarkan memiliki kepribadian yang menyenangkan bagi David dan Margot. Ketika keadaan sudah agak lebih baik bagi David dan Margot, secara mengejutkan, Margot menghilang. David pun melaporkan kasus kehilangan anak kepada pihak kepolisian dan mendapat bantuan dari seorang detektif profesional bernama Rosemary Vick (Debra Messing).
Dapatkah mereka menemukan Margot kembali? Apa yang membuat Margot menghilang?
Pertanyaan yang over-mainstream. Mungkin dengan saya menambahkan kalimat itu diatas maka kalian bisa memunculkan teori-teori baru di pikiran kalian. Did you know? Sebenarnya saya juga berpikiran sama seperti itu ketika saya baru membaca sinopsis film ini sebelum menontonnya. Dan saya akui seberapa panjang saya berpikir dan ending film ini benar-benar diluar ekspektasi saya sebagai penonton alay *nah itu ngaku*. Film ini membawakan formula yang bagus sebagai film bergenre mystery yaitu hampir keseluruhan film ini tidak dishoot oleh kamera secara langsung, tapi dengan kamera laptop, kamera hp dan cctv. Mengapa? Karena tema yang diusung oleh film ini adalah 'The Power of Cyberworld' *yaa kira2 gitulah* yang mana disini David selaku ayah dari Margot bukanlah tipikal orang tua yang gaptek, hampir sepanjang waktu luangnya ia habiskan di depan komputer dan gadget. Hal itulah yang membantunya mencari informasi tentang kehilangan putrinya di internet dan media sosial demi mendapatkan petunjuk kemana putrinya pergi.
David Kim is very impressive! Pencarian berbasis cyber ia lakukan seorang diri hanya melalui gadget dan memang saya akui, film ini sebenarnya mengajarkan kita bagaimana menjadi stalker handal *anjay* dan menggunakan internet semaksimal mungkin untuk hal-hal yang bahkan tidak bisa kita lakukan di dunia nyata. Cerita dan plot yang disajikan sungguh menggugah hati dan otak. Setiap karakter tokoh dikembangkan dengan sempurna dan saya tidak bisa menemukan kecacatan kualitas akting dari para pemain disini. Apapun yang disajikan disini sungguh disetting dengan sempurna dan sukses membuat saya berdecak kagum dengan plot twist di ending film ini.
Dramatis
Segi cerita dan isi sangat rapi, bahkan setelah saya menontonnya saya bisa berdecak kagum dan akhir kata, dengan sepenuh hati saya rekomendasikan film berkualitas di tahun ini, Searching (2018).
Dapatkah mereka menemukan Margot kembali? Apa yang membuat Margot menghilang?
Pertanyaan yang over-mainstream. Mungkin dengan saya menambahkan kalimat itu diatas maka kalian bisa memunculkan teori-teori baru di pikiran kalian. Did you know? Sebenarnya saya juga berpikiran sama seperti itu ketika saya baru membaca sinopsis film ini sebelum menontonnya. Dan saya akui seberapa panjang saya berpikir dan ending film ini benar-benar diluar ekspektasi saya sebagai penonton alay *nah itu ngaku*. Film ini membawakan formula yang bagus sebagai film bergenre mystery yaitu hampir keseluruhan film ini tidak dishoot oleh kamera secara langsung, tapi dengan kamera laptop, kamera hp dan cctv. Mengapa? Karena tema yang diusung oleh film ini adalah 'The Power of Cyberworld' *yaa kira2 gitulah* yang mana disini David selaku ayah dari Margot bukanlah tipikal orang tua yang gaptek, hampir sepanjang waktu luangnya ia habiskan di depan komputer dan gadget. Hal itulah yang membantunya mencari informasi tentang kehilangan putrinya di internet dan media sosial demi mendapatkan petunjuk kemana putrinya pergi.
David Kim is very impressive! Pencarian berbasis cyber ia lakukan seorang diri hanya melalui gadget dan memang saya akui, film ini sebenarnya mengajarkan kita bagaimana menjadi stalker handal *anjay* dan menggunakan internet semaksimal mungkin untuk hal-hal yang bahkan tidak bisa kita lakukan di dunia nyata. Cerita dan plot yang disajikan sungguh menggugah hati dan otak. Setiap karakter tokoh dikembangkan dengan sempurna dan saya tidak bisa menemukan kecacatan kualitas akting dari para pemain disini. Apapun yang disajikan disini sungguh disetting dengan sempurna dan sukses membuat saya berdecak kagum dengan plot twist di ending film ini.
Dramatis
Segi cerita dan isi sangat rapi, bahkan setelah saya menontonnya saya bisa berdecak kagum dan akhir kata, dengan sepenuh hati saya rekomendasikan film berkualitas di tahun ini, Searching (2018).
Gimana tentang reviewnya? yuk langsung gaskan buat nonton :D.
See next time sahabat INSOM! :D
-Toxic Team

Comments
Post a Comment