Maleficent (2014)
INSOMANIAC
Halo sahabat insom! kali ini kita akan review tentang movie Maleficent. Kita pastinya sudah familiar dengan dongeng terkenal dari Charles Perrault, Sleeping Beauty yang kemudian Walt Disney mengadaptasinya dalam film animasi klasik berjudul sama di tahun 1959. Dan pada tahun 2014, Walt Disney Pictures merilis film Maleficent sebagai live action dari animasi Sleeping Beauty. Review?
Ceekidot buat reviewnya :p
Genre: Action, Romance, Adventure, Fantasy
Bercerita tentang kisah cinta Maleficent remaja (Ella Purnell) yang adalah seorang wanita bersayap cantik dan kuat yang tinggal di Moors, daerah hutan terasing yang mana penduduknya memiliki bentuk fisik yang tidak biasa seperti manusia normal, ada yang bersayap, bertanduk, dll. Kemudian Maleficent pun jatuh cinta pada Stefan (Michael Higgins), seorang laki2 yang tersesat di Moors dan menjalin hubungan sampai mereka dewasa. Hingga akhirnya Stefan pun mengkhianati dan memotong sayap Maleficent, lalu Maleficent mengutuk anak Stefan, Aurora, untuk tertusuk jarum di ulang tahunnya yang ke 16, dan tertidur selamanya, mantra itu akan patah dengan ciuman cinta sejati.
Dari sinopsis memang ada yang berbeda yaitu tokoh Maleficent digambarkan memiliki hubungan dengan Stefan, sedangkan di film animasi Sleeping Beauty, tidak. Tidak seperti dongeng aslinya, disini malah Maleficent-lah yang mendapat peran paling banyak, bukan Putri Aurora, ditambah lagi dari awal hingga film ini selesai, terkesan difokuskan ke Maleficent dan pengembangan karakternya yang jahat dan seorang penguasa Moors yang penyendiri karena dikhianati Stefan. Bisa dibilang si antagonis-lah yang menjadi peran utama disini.
Pemfokusan cerita pada persepsi Maleficent membuat saya merasa berpihak kepada Maleficent, yang mana menjadi jahat karena Stefan dan perasaan iba karena dibalik sosok arogannya, Maleficent merupakan wanita yang memiliki hati yang rapuh.
Kemudian ending yang disuguhkan sangat berbeda dengan cerita Sleeping Beauty yang biasanya kita ketahui, yang menurut saya pribadi pun lebih dramatis dan brilian, mengingat keseluruhan film ditujukan pada si Maleficent.
Angelina Jolie's perform is criminally impressive, didukung oleh kualitas CGI dan totalitas make up yang diacungi jempol. Terakhir, FYI Maleficent 2 yang merupakan sekuel dari Maleficent (2014) akan dirilis pada tahun 2020 nanti.
Dari sinopsis memang ada yang berbeda yaitu tokoh Maleficent digambarkan memiliki hubungan dengan Stefan, sedangkan di film animasi Sleeping Beauty, tidak. Tidak seperti dongeng aslinya, disini malah Maleficent-lah yang mendapat peran paling banyak, bukan Putri Aurora, ditambah lagi dari awal hingga film ini selesai, terkesan difokuskan ke Maleficent dan pengembangan karakternya yang jahat dan seorang penguasa Moors yang penyendiri karena dikhianati Stefan. Bisa dibilang si antagonis-lah yang menjadi peran utama disini.
Pemfokusan cerita pada persepsi Maleficent membuat saya merasa berpihak kepada Maleficent, yang mana menjadi jahat karena Stefan dan perasaan iba karena dibalik sosok arogannya, Maleficent merupakan wanita yang memiliki hati yang rapuh.
Kemudian ending yang disuguhkan sangat berbeda dengan cerita Sleeping Beauty yang biasanya kita ketahui, yang menurut saya pribadi pun lebih dramatis dan brilian, mengingat keseluruhan film ditujukan pada si Maleficent.
Angelina Jolie's perform is criminally impressive, didukung oleh kualitas CGI dan totalitas make up yang diacungi jempol. Terakhir, FYI Maleficent 2 yang merupakan sekuel dari Maleficent (2014) akan dirilis pada tahun 2020 nanti.
Gimana tentang reviewnya? yuk langsung gaskan buat nonton :D.
See next time sahabat INSOM! :D
-Toxic Team

Comments
Post a Comment