Aquaman (2018)

INSOMANIAC



Halo sahabat insom! kali ini kita akan review tentang movie berjudul Aquaman. Bagi kalian penggemar superhero DC pasti sudah menantikan film solo dari Arthur Curry a.k.a Aquaman dari tahun lalu. Yap, Sosok Aquaman yang pertama kali kita temukan di film DC sebelumnya, Batman V Superman (2016) garapan sutradara Zack Snyder dan penampilan keduanya dapat kita temukan di film Justice League (2017) garapan Joss Whedon sukses membuat penonton merasa penasaran karena Arthur Curry di versi film sangat berbeda dengan Arthur Curry versi komik DC yang mana ia lebih digambarkan sebagai superhero yang sangar dan besar di film tapi di komik ia adalah superhero tampan dengan rambut pirang. Dan saat yang dinanti telah tiba, satu-satunya film DC di tahun ini telah dirilis, tepatnya pada hari ini, 12 Desember 2018 di Indonesia. Penasaran dengan film superhero garapan sutradara Conjuring Universe, James Wan ini? :D
Ceekidot buat reviewnya :p

Genre: Action, Adventure, Fantasy

Bercerita tentang Arthur Curry (Jason Momoa), anak dari Ratu Atlantis, Atlanna (Nicole Kidman) dengan seorang manusia biasa bernama Tom Curry (Temuera Morrison). Sebagai anak dari Ratu Atlantis, Arthur Curry diturunkan sifat-sifat dari leluhurnya, bangsa Atlanteans, yaitu kuat, bisa bernapas di dalam air, lincah berenang, kebal, dan dapat melihat di tempat yang gelap. Tetapi satu keistimewaan dari Arthur Curry ini adalah, sebagai seorang putra sulung dari Ratu Atlantis, ia dibekali kemampuan yang tidak dimiliki oleh bangsa Atlanteans lainnya yaitu dapat berkomunikasi dengan binatang laut. Itulah yang menyebabkan ia berhak mendapat gelar pewaris tahta Kerajaan Atlantis yang sah. Namun, ketika ibunya, Atlanna dijemput paksa oleh pasukan Kerajaan Atlantis kembali ke lautan, ia dieksekusi mati karena Atlanna ketahuan memiliki seorang anak hasil hubungannya dengan manusia daratan, sehingga menyebabkan Arthur Curry adalah half-breed - manusia setengah atlanteans, sehingga Arthur dianggap tidak pantas menjadi pewaris tahta kerajaan dan malah Orm (Patrick Wilson), anak dari Atlanna dan Raja Atlan yang menyandang gelar Raja. Namun ketika Orm telah berang atas perusakan laut oleh manusia, ia meluluh-lantakkan permukaan laut sehingga sampah dan berbagai puing kapal dikembalikan ke daratan. Ia telah memancing perang dengan bangsa manusia. Arthur berniat untuk membantu Mera (Amber Heard) untuk menghentikan perbuatan Raja Orm yang memulai perang dengan bangsa manusia. Tetapi sayang, Arthur Curry tidak memiliki kemampuan bertarung yang lebih baik daripada adiknya, jadi ia memutuskan untuk mencari Trisula Poseidon untuk mengalahkan Raja Orm. Berhadapan dengan Black Manta & the gang, dapatkah Arthur dan Mera menemukan trisula legendaris dan mengalahkan adiknya sendiri?
Sebuah awal yang bagus bagi production house Warner Bros. untuk memulai WoDC (World of DC) atau yang dulunya kita sebut dengan DCEU (DC Extended Universe). Kita yang sudah dikecewakan dengan Justice League di tahun lalu pun terobati dengan munculnya film Aquaman ini. Citra superhero yang selama ini kita lihat sebagai sosok yang tampan-cantik pun sepertinya harus berubah. Arthur Curry versi Jason Momoa terlihat sangar dan bertubuh sangat gagah, tidak seperti superhero lain baik di DC maupun di Marvel (tapi tetep ganteng kok, exactly). Aquaman sebagai satu-satunya film superhero DC yang rilis di tahun ini tampil begitu impresif. Pengembangan karakter Arthur Curry sebagai Aquaman sudah hampir mendekati sempurna. Hanya saja karakter Mera yang kurang mendapat mengenai latar belakangnya, kecuali yang kita ketahui adalah, ia sebagai anak dari Raja Nerseus dan membantu Arthur untuk mengalahkan Raja Orm. James Wan yang selama ini saya ragukan kemampuannya karena sebagai sutradara film2 Conjuring Universe, apa bisa dia menggarap film superhero yang notabene bergenre yang bertolak belakang dengan genre horor, sanggup memberikan cerita yang badass untuk film ini. Dan, ternyata James Wan juga menambahkan sedikit scene jumpscare, yang membuat saya kaget sekaligus senyum-senyum sendiri, mengingat James Wan masih sempat-sempatnya memberikan scene jumpscare di film ini layaknya film2 horor garapannya.
Hanya saja yang saya sayangkan dari penayangan film Aquaman ini adalah, adanya kiss scene antara Arthur dan Mera yang di-cut. Hell yah, welcome to Indonesia, dimana di bioskop pun kissing scene ikut dicut, padahal saya heran kissing scene antara ayah dan ibunya Arthur gak ada tuh yang dicut. Ngeselin asli, dan ketika scene itu dicut, disturbing banget, sangat kentara. Saya kecewa. Padahal palingan cuma kurang lebih 5 detik dan itupun dicut, dan cuma ciuman itu loh -_-. Lalu kekurangan kedua yang saya sadari adalah efek CGI yang masih kasar ketika di awal film, namun tenang saja, ketika di pertengahan hingga film ini selesai, efek visual yang ditampilkan pun sudah lumayan bagus. Adegan fighting yang criminally impressive, bahkan menurut saya lebih bagusan fighting Aquaman daripada Justice League. They're so cool, all of those casts. Dan terakhir, jangan pernah meninggalkan studio tanpa menyaksikan credit scene-nya. Ayo yang mau nonton, mumpung hari ini baru hari pertama tayang di Indonesia.
Karena kalian akan mendapatkan kepuasan dari setiap sudut pengambilan gambar dan sound effect yang apik yang lebih total bila menontonnya di bioskop langsung.

TRAILER


Gimana tentang reviewnya? yuk langsung caw buat nonton aksi dari AQUAMAN :D.
See next time sahabat INSOM! :D
-Toxic Team

Comments

Popular posts from this blog

Hideaways (2011)

Alpha (2018)

Truth or Dare (2018)